PENINGKATAN
DISIPLIN SEKOLAH
DENGAN
PENDIDIKAN BERNUANSA ISLAM
KARYA
TULIS ILMIAH
Diajukan Untuk
Memenuhi Nilai
Penetapan
Angka Kredit Jabatan Guru
Oleh :
Drs. Hi. MA’ARIFUDDIN, M. Pd. I
NIP. 19680317 200003 1 006

YAYASAN AL-AZHAR LAMPUNG
SMA AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
TP. 2013 / 2014
KATA PENGANTAR
Ungkapan Bismillah
sebagai pembuka segala gerak dan langkah, Alhamdulillah sebagai ungkapan rasa
syukur kepada Allah SWT karena tiada sesuatu apapun melainkan dari pada-Nya dan
hanya akan kembali menghadap kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah
kepada Rasulullah SAW yang senantiasa membawa umatnya dari kegelapan menuju
cahaya Islam yang terang benderang.
Pada kesempatan ini perkenankan penulis
mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah sukarela membantu
penulis dalam penyelesaian penulisan Karya Tulis ini.
Menyadari bahwa Karya Tulis ini masih banyak kekurangan, kepada para pembaca diharapkan saran serta
kritik untuk perbaikan kelak. Semoga amal baik yang telah diberikan mendapatkan
imbalan dari Alloh SWT ( Amiin ).
Bandar Lampung, 16 Agustus 2013
Penulis,
Drs. Hi. Ma’arifudin, Mz., M. Pd.I.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Disiplin merupakan istilah yang sudah memasyarakat di berbagai instansi
pemerintah maupun swasta. Kita mengenal adanya disiplin kerja, disiplin lalu lintas, disiplin belajar, disiplin diri dan macam istilah disiplin yang lain. Masalah
disiplin yang dibahas dalam Karya
Tulis ini hanya difokuskaan mengenai disiplin
diri siswa. Disiplin yang dimaksud dalam hal ini adalah disiplin yang dilakukan
oleh para siswa
di
sekolah.
Seorang siswa dalam
mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan
dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut
untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang yang berlaku
di sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata
tertib yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut disiplin siswa.
Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya
mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah. Disiplin sekolah
adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan
dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata
tertib yang berlaku di sekolah.
Dalam ajaran Islam
banyak ayat Al Qur’an dan Hadits yang memerintahkan disiplin dalam arti
ketaatan pada peraturan, antara lain surat An Nisa (4 : 59) :
$pkr'¯»t
tรปรฏร%©!$# (#รพqรฃYtB#uรค (#qรฃรจรรr& ©!$# (#qรฃรจรรr&ur
tAqร§9$#
ร<'rรฉ&ur รรถDF{$#
รณOรค3ZรB (
Artinya “Hai
orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu”.
Terkait dengan hal
tersebut SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung, berupaya memberikan bimbingan kepada
siswa dengan nuansa ke-Islaman, mengingat pelanggaran terhadap berbagai aturan
dan tata tertib sekolah masih sering ditemukan mulai dari pelanggaran tingkat
ringan sampai dengan pelanggaran tingkat tinggi, seperti: kasus bolos, merokok,
malas bertadarus, malas sholat berjama’ah, perkelahian, nyontek, berambut gondrong, baju
tidak dimasukan, tidak mengumpukan HP, pemalakan, pencurian dan bentuk-bentuk
penyimpangan perilaku lainnya.
Tentu dalam
kenyataannya, tidak
semudah membalikan telapak tangan, sekedar membiasakan kegiatan ritual sehari-hari,
semisal sholat berjama’ah di sekolah yang dijalankan oleh seluruh guru
dan siswa tanpa
kecuali, ternyata juga masih dirasa sulit. Akan tetapi, penulis tetap mencoba untuk meningkatkan
disiplin sekolah dengan pendidikan yang bernuansa Islam.
1.2 Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan permasalahanya :
“Bagaimana meningkatkan disiplin sekolah dengan pendidikan bernuansa
Islam?”
1.3 Strategi Pemecahan Masalah
1.3.1 Deskripsi
Strategi Pemecahan Masalah
Strategi yang digunakan untuk menjawab permasalahan di atas, adalah:
1.3.1.1
Mempelajari
kelemahan dan kelebihan sekolah
1.3.1.2
Melakukan
orentasi dan diskusi
1.3.1.3
Mensosialisasikan program tata
tertib sekolah
1.3.1.4
Mendidik dengan keteladanan
1.3.1.5
Pendekatan yang tepat
1.3.1.6
Membiasakan
tadarus dan sholat berjama’ah.
1.3.2 Tahapan Operasional Pelaksanaan
Tahapan operasional pelaksanaan dilakukan dengan cara sebagai
berikut:
1.3.2.1
Pada
tahap ini penulis mempelajari kelemahan dan kelebihan yang dimiliki sekolah melalui pengamatan langsung dan observasi.
1.3.2.2
Orentasi
dan diskusi dilakukan penulis dengan warga sekolah (guru, TU, siswa, Satpam dll) untuk
memperoleh gambaran tentang kondisi dan situasi serta kelebihan dan
kelemahaman.
1.3.2.3
Sosialisasi tata tertib dilakukan agar warga sekolah
memahami secara mendalam tata
tertib yang ada di sekolah.
1.3.2.4
Mendidik dengan
keteladanan, mendidik tidak sekadar
mengajar. Mendidik tidak semata-mata mentransfer pengetahuan. Dengan hakikat
pendidikan yang seperti ini, tidaklah cukup pendidikan hanya dilakukan dengan
berkata-kata atau berceramah. Perlu ada keteladanan. Rasulullah saw adalah panutan kita dalam hal ini.
Allah SWT sendiri telah berfirman, “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suritauladan
yang baik bagimu.” Dan Rasulullah saw terbukti telah berhasil mendidik para
sahabat beliau menjadi pribadi-pribadi unggul dan terbaik melalui keteladanan
beliau.
1.3.2.5
Al-Qur’an, mengajarkan
pendidikan dilakukan dengn pendekatan yang
seimbang. Tidak terlalu keras namun juga tidak terlalu liberal. Al-Qur’an
mengajarkan bahwa tidak selamanya kita haram berkata “jangan” kepada anak.
Menurut Al-Qur’an, dalam perkara-perkara yang prinsip jangan ragu- ragu untuk
berkata “jangan” kepada anak. Silaturahmi
perlu dibina untuk tetap menguatkan ukuwah Islamiyah, serta menyatukan visi dan misi sekolah,
dengan cara membiasakan mengucapkan salam dan berjabat tangan.
1.3.2.6
Membiasakan
tadarus dan sholat berjama’ah merupakan upaya untuk mendalami Al Qur’an.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Alasan Memilih Strategi Pemecahan Masalah
Penulis memilih untuk mewujudkan sekolah yang disiplin,
melalui pola pendidikan yang bernuansa Islam di SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung,
karena strategi yang dimaksud belum diterapkan dan menjadi sesuatu yang sangat
urgensi untuk meningkatkan mencapai tujuan pendidikan dan visi dan misi
sekolah.
2.2 Hasil atau Dampak dari Strategi yang dipilih
Berkenaan dengan
disiplin Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ( 4 : 59
):
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุงْ ุฃَุทِูุนُูุงْ ุงَّููู َูุฃَุทِูุนُูุงْ ุงูุฑَّุณَُูู
َูุฃُِْููู ุงูุฃَู
ْุฑِ ู
ُِููู
ْ
“Hai orang-orang yang
beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara
kamu”.
Sementara tujuan
disiplin di sekolah adalah : (1) memberi dukungan bagi terciptanya perilaku
yang tidak menyimpang, (2) mendorong siswa melakukan yang baik dan benar, (3)
membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan
menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, dan (4) siswa belajar
hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta
lingkungannya.
Dari pengertian tersebut,
kedisiplinan siswa dapat
dilihat dari ketaatan (kepatuhan) siswa terhadap aturan (tata tertib) yang berkaitan dengan jam belajar
di
sekolah, yang meliputi jam masuk sekolah dan keluar sekolah, kepatuhan siswa dalam berpakaian, kepatuhan siswa
dalam mengikuti kegiatan sekolah, dan lain
sebagainya. Semua aktifitas siswa yang dilihat kepatuhannya adalah berkaitan
dengan aktifitas pendidikan di sekolah, yang juga dikaitkan dengan kehidupan di
lingkungan luar sekolah.
Dalam rangka menumbuhkan kedisiplinan, SMA Al Azhar 3
Bandar Lampung menggunakan pola pendidikan bernuasa Islam dengan langkah
sebagai berikut:
a.
Mendidik dengan Keteladanan
Mendidik
tidak sekadar mengajar. Mendidik tidak semata-mata mentransfer pengetahuan.
Lebih dari itu, mendidik adalah menanamkan nilai-nilai, sikap, dan perilaku.
Dengan hakikat pendidikan yang seperti ini, tidaklah cukup pendidikan hanya
dilakukan dengan berkata-kata atau berceramah. Perlu ada keteladanan. Rasulullah saw adalah panutan kita
dalam hal ini. Allah SWT sendiri telah berfirman, “Sungguh telah ada pada diri
Rasulullah suritauladan yang baik bagimu.” Dan Rasulullah saw terbukti telah
berhasil mendidik para sahabat beliau menjadi pribadi-pribadi unggul dan
terbaik melalui keteladanan beliau. Rasulullah saw tidak hanya berkata-kata dan
berceramah, tetapi langsung memberikan keteladanan. Rasulullah saw tidak hanya
membacakan Al-Qur’an dan mengajarkan makna dan kandungannya, tetapi juga
“Al-Qur’an yang berjalan” yang disebut oleh Aisyah ra sebagai: “Akhlaq beliau
adalah Al-Qur’an.” Ini penting dipahami
oleh setiap orang tua dan pendidik. Jangan sampai kita mengatakan dan
mengajarkan sesuatu tetapi dalam keseharian justru bersikap dan berperilaku yang
sebaliknya. Ingatlah bahwa lisanul hal afshahu min lisanil maqal “bahasa
tindak-tanduk dan perbuatan lebih fasih daripada bahasa kata-kata”. Apalagi
anak-anak punya kecenderungan tinggi untuk mencontoh. Pepatah bilang: “Guru
kencing berdiri, anak kencing berlari.” Dalam rangka ini Kepala Sekolah dan Dewan Guru berupaya memberikan
tauladan kepada siswa untuk selalu disiplin dalam segalah hal.
b. Pendekatan
yang Tepat
Apakah
sebaiknya kita mendidik anak kita dengan cara-cara liberal ala Amerika ataukah
dengan cara yang keras dan disiplin ala Cina? Buku-buku Amerika barangkali
sering mengajarkan agar kita jangan sekali-kali memarahi anak dengan alasan
akan mematikan daya kreativitas dan inisiatifnya. Hubungan anak dengan orang tua
hendaknya sedemokratis mungkin. Sebaliknya pendekatan ala Cina sering
digambarkan sebagai pendidikan yang keras dan penuh disiplin. Orang tua berada
pada posisi yang superior terhadap anak. Orang-orang Cina percaya bahwa anak
mereka akan kuat dengan tekanan seperti itu, sampai anak itu benar-benar
berhasil. Kalau kita memperhatikan
Al-Qur’an, kita akan melihat bahwa Islam memiliki pendekatan yang seimbang.
Tidak terlalu keras namun juga tidak terlalu liberal. Al-Qur’an mengajarkan
bahwa tidak selamanya kita haram berkata “jangan” kepada anak. Menurut
Al-Qur’an, dalam perkara-perkara yang prinsip orang tua jangan ragu-ragu untuk
berkata “jangan” kepada anak. Sebagai contoh, Al-Qur’an menceritakan kisah
Luqman yang berkata kepada anaknya, “Wahai anakku sayang, janganlah engkau
menyekutukan Allah.” Meskipun berkata “jangan” namun orang tua menyampaikannya
dengan penuh kasih sayang. Ini bisa kita lihat dari cara orang tua memanggil
anaknya: “Ya bunnayya (Wahai anakku sayang).” Rasulullah saw pun mengajarkan agar kita tidak segan-segan
memukul anak kita pada usia sepuluh tahun jika ia meninggalkan sholat. “Perintahkanlah
anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun,
dan pukullah mereka pada usia sepuluh tahun bila tidak mengerjakan shalat,
serta pisahkanlah mereka di tempat tidurnya.” (HR. Abu Dawud dengan sanad
hasan) Tentu saja yang dimaksudkan oleh beliau adalah pukulan mendidik, pukulan
kasih sayang, dan pukulan yang tidak menyebabkan luka apalagi mencederai.
SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung,
memberikan hukuman kepada guru dan siswa yang melakukan pelanggaran dengan
hukuman-hukuman yang adil sesuai dengan tingkat kesalahan. Hukuman ini
dimaksudkan untuk membuat sipelanggar agar menyadari hak dan kewajibannya
sebagai warga sekolah
Upaya yang dilakukan dalam rangka pembentukan kedisiplinan
melakukan kegiatan yang menjadi kebiasaan SMA Al Azhar 3 yang bernuansa Islam adalah:
a.
Kepala Sekolah dan guru
hendaknya bisa menjadi contoh dalam berdisiplin, misalnya datang tepat waktu.
Siswa tidak akan memiliki disiplin manakala melihat gurunya sendiri juga tidak
disiplin.
b. Memberlakukan
peraturan tata tertib yang jelas dan tegas, sehingga mudah untuk diikuti dan
mampu menciptakan suasana kondusif untuk belajar
c. Membiasakan
mengucapkan salam dan berjabat tangan saat masuk kelingkungan sekolah
d. Membaca Al
Qur’an (tadarus) sebelum dimulainya jam pembelajaran
e. Sholat
berjama’ah (sholat Dhuha dan Dhuhur).
f. Secara
konsisten para guru terus mensosialisasikan kepada siswa tentang pentingnya
disiplin dalam belajar untuk dapat mencapai hasil optimal, melalui pembinaan
dan yang lebih penting lagi melalui keteladanan.
Berdasarkan kondisi real dan pengamatan penulis di
lapangan dari beberapa strategi yang dipilih, berdampak sebagai berikut:
2.2.1
Adanya peningkatan kedisiplinan kehadiran guru dalam
mengemban tugas sebagai tenaga edukatif. Hal tersebut dibuktikan dengan tingkat
kehadiran guru rata-rata 99% pada tahun pembelajaran 2011/2012, sedangkan pada
tahun sebelumnya hanya 98,07%.
2.2.2
Terbiasanya membaca Al Qur’an (tadarus) sebelum
pembelajaran dimulai, hal ini bisa dibuktikan guru selalu mendampingi siswa
saat tadarus.
2.2.3
Terbiasanya siswa, guru dan warga sekolah untuk
mengucapkan salam dan berjabat tangan saat bertemu baik saat datang ke sekolah
atau di mana saja.
2.2.4
Sholat berjama’ah menjadi sebuah kebiasaan yang rutin
dilakukan oleh warga sekolah setiap harinya baik sholat Dhuha, Dhuhur maupun
sholat lainnya.
2.3 Kendala-kendala yang dihadapi dalam Melaksanakan
Strategi
Kendala yang dihadapi saat menerapkan strategi yang penulis pilih
antara lain:
2.3.1
Masih terdapat beberapa orang guru yang terlambat karena tempat mengajar yang agak jauh dari rumah,
dan sebagian besar (90%) adalah perempuan.
2.3.2
Sebagian siswa yang bertempat tinggal di luar Bandar
Lampung.
2.3.3
Sebagian guru (50%) mengajar sekolah lain, sehingga
terkadang mengganggu optimalisasi kinerja.
2.3.4
Siswa yang masuk
ke SMA Al Azhar 3 tergolong siswa yang sedang dari segi kecerdasan (kognitif) walaupun latar belakang ekonomi keluarga cukup
tinggi.
2.3.5
Sebagian besar (80%) siswa yang masuk ke SMA Al Azhar 3 berasal dari sekolah umum (SMP),
dan MTs (20%), sehingga memerlukan pembinaan yang intensif dalam hal kegiatan
keagamaan
2.4 Faktor-faktor Pendukung
Faktor pendukung untuk melaksanakan strategi ini agar terwujud sekolah
yang disiplin, melalui pola pendidikan yang bernuansa Islami adalah:
2.4.1
Guru SMA Al
Azhar 3 berjumlah 60 orang sebagian
besar berpendidikan Strata 1 (S1), dan dua orang guru berpendidikan Strata 2 (S2).
2.4.2
Lokasi SMA
Al Azhar 3 Bandar Lampung berdekatan dengan Masjid Baitul Nur, yang
memungkinkan untuk melakukan sholat berjama’ah, baik sholah Dhuha, Dhuhur
maupun kegiatan Islami alinnya.
2.4.3
Tenaga
Administrasi yang ada adalah tenaga-tenaga muda yang kreatif, berdedikasi
tinggi, bermotivasi kerja tinggi dan umumnya berpendidikan S1, D3 dan SMA.
2.4.4
SMA Al Azhar 3
Bandar Lampung telah memiliki gedung sendiri
berlantai 4 yang terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu ruang kelas berjumlah 22 kelas, ruang perpustakaan, kantor, Mushola, Lab IPA, Aula, dan ruang OSIS.
2.4.5
SMA Al Azhar 3
Bandar Lampung memiliki Lab Bahasa yang dilengkapi piranti komputer LCD.
2.4.6
SMA Al Azhar 3
Bandar Lampung juga memiliki Lab
Komputer
yang lengkap.
2.4.7
Semua ruang belajar dilengkapi dengan LCD proyektor
yang memungkinkan guru menyajikan materi pembelajaran dengan efektif, efisien
dan menyenangkan.
2.4.8
Semua ruang dilengkapi dengan sound yang memungkinkan
informasi mudah disampaikan.
2.4.9
SMA Al Azhar 3
Bandar Lampung juga memiliki fasilitas olah raga, seperti lapangan basket,
lapangan voly, multi Media, dan sebagainya.
2.4.10
Proses kegiatan
belajar mengajar menggunakan kurikulum KTSP SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung.
2.4.11
Untuk mengakses informsi global SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung telah meluluskan menyediakan
sarana free hotspot.
2.5 Alternatif Pengembangan
Strategi
yang diterapkan di
SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung perlu dikembangan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
2.5.1 Memberdayakan semua personil untuk
turut serta bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah dengan cara melakukan
berbagai upaya rencana yang telah disusun.
2.5.2 Mendata semua faktor-faktor
penghambat dan pendukung kemudian memberikan alternatif solusinya.
2.5.3 Selalu bekerja
sama untuk mengatasi semua tantangan yang muncul.
2.5.4 Memberikan hak dan kewajiban bagi
semua personel sesuai dengan peran dan fungsinya.
2.5.5 Melakukan kajian terhadap rencana
yang telah disusun dan upaya mengimplementasikannya secara bersama-sama dan
berkelanjutan.
2.5.6 Menyediakan lapangan parkir bagi
siswa dan guru.
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan kajian lapangan dapat disimpulkan bahwa:
3.1.1 Upaya mewujudkan sekolah yang disiplin, melalui pola pendidikan yang
bernuansa Islami dapat ditempuh dengan strategi berikut:
1)
Mempelajari
kelemahan dan kelebihan sekolah
2)
Melakukan
orentasi dan diskusi
3)
Mesosialisasikan program tata tertib sekolah
4)
Mendidik dengan Keteladanan
5)
Pendekatan yang Tepat
6)
Membiasakan
tadarus dan sholat berjama’ah.
3.1.2 Penerapan keenam (6) strategi
di atas berimplikasi terhadap
1) peningkatan kedisiplinan kehadiran guru
2) Siswa dan guru terbiasanya membaca Al Qur’an
(tadarus) sebelum pembelajaran dimulai.
3) Salam dan
berjabat tangan saat bertemu menjadi budaya sekolah yang dilakukan setiam hari.
4) Sholat Dhuhur
berjama’ah menjadi sebuah kebiasaan yang rutin dilakukan oleh warga sekolah.
3.1.3 Pola pendidikan yang
bernuansa Islami memberikan pengaruh yang signifikan terhadap disiplin sekolah.
Hal ini berarti jika ingin meningkatkan kedisiplinan sekolah maka harus
diupayakan pola-pola pendidikan yang islami. Semakin baik penerapan pola
pendidikan Islami maka akan semakin disiplin sekolah.
3.2
Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian ini, yang menunjukan adanya pengaruh
pola pendidikan yang Islami terhadap disiplin sekolah, maka peneliti
mengemukakan beberapa rekomendasi, antara lain:
a.
Yayasan Al Azhar Lampung dapat mensuport dan memberi
dukungan serta apresiasi terhadap guru-guru SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung.
b. Kepala Sekolah
lebih memprioritaskan kepada peningkatan disiplin warga sekolah, dengan mencari
pola-pola baru kegiatan-kegiatan yang bersifat Islami.
c.
Guru dapat lebih meningkatkan disiplin dengan selalu
memberi keteladanan dan
sosialisast program tata
tertib
sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan
Supardi, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Bina Aksara
Arikunto Suharsini, dkk, 2006. Penelitian
Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara
Depdiknas, 2006, Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Jakarta
Sekdiknas. 2003. UU RI.No 20 Th 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta
Departemen
Agama, Al-qur’an Terjamah
Yayasan
Al-Azhar Lampung, STATUTA YAYASAN 2007
SMA Al-Azhar
3 Bandar Lampung, Data Guru/Karyawan/Siswa/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar