Jumat, 15 November 2013

DISIPLIN SEKOLAH



PENINGKATAN DISIPLIN SEKOLAH
DENGAN PENDIDIKAN BERNUANSA ISLAM


KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Untuk Memenuhi Nilai
Penetapan Angka Kredit Jabatan Guru

Oleh :

Drs. Hi. MA’ARIFUDDIN, M. Pd. I

NIP. 19680317 200003 1 006


YAYASAN AL-AZHAR LAMPUNG
SMA AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
TP.  2013 / 2014




KATA PENGANTAR
Ungkapan Bismillah sebagai pembuka segala gerak dan langkah, Alhamdulillah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena tiada sesuatu apapun melainkan dari pada-Nya dan hanya akan kembali menghadap kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah SAW yang senantiasa membawa umatnya dari kegelapan menuju cahaya Islam yang terang benderang.
Pada kesempatan ini perkenankan penulis mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah sukarela membantu penulis dalam penyelesaian penulisan Karya Tulis ini.
Menyadari bahwa Karya Tulis ini masih banyak kekurangan, kepada para pembaca diharapkan saran serta kritik untuk perbaikan kelak. Semoga amal baik yang telah diberikan mendapatkan imbalan dari Alloh SWT ( Amiin ).
Bandar Lampung, 16 Agustus 2013
Penulis,



Drs. Hi. Ma’arifudin, Mz., M. Pd.I.



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Disiplin merupakan istilah yang sudah memasyarakat di berbagai instansi pemerintah  maupun swasta. Kita mengenal adanya disiplin kerja, disiplin lalu lintas, disiplin belajar, disiplin diri dan macam istilah disiplin yang lain. Masalah disiplin yang dibahas dalam Karya Tulis ini hanya difokuskaan mengenai disiplin diri siswa. Disiplin yang dimaksud dalam hal ini adalah disiplin yang dilakukan oleh para siswa di sekolah.

Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut disiplin siswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah. Disiplin sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah.

Dalam ajaran Islam banyak ayat Al Qur’an dan Hadits yang memerintahkan disiplin dalam arti ketaatan pada peraturan, antara lain surat      An Nisa (4 : 59) :

$pkšr'¯»tƒ tรปรฏร%©!$# (#รพqรฃYtB#uรค (#qรฃรจรร›r& ©!$# (#qรฃรจรร›r&ur tAqรŸ§9$# ร<'rรฉ&ur รรถDF{$# รณOรค3ZรB (

Artinya “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu”.

Terkait dengan hal tersebut SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung, berupaya memberikan bimbingan kepada siswa dengan nuansa ke-Islaman, mengingat pelanggaran terhadap berbagai aturan dan tata tertib sekolah masih sering ditemukan mulai dari pelanggaran tingkat ringan sampai dengan pelanggaran tingkat tinggi, seperti: kasus bolos, merokok, malas bertadarus, malas sholat berjama’ah,  perkelahian, nyontek, berambut gondrong, baju tidak dimasukan, tidak mengumpukan HP, pemalakan, pencurian dan bentuk-bentuk penyimpangan perilaku lainnya.
Tentu  dalam kenyataannya tidak semudah membalikan telapak tangan, sekedar membiasakan kegiatan ritual sehari-hari, semisal sholat berjama’ah di sekolah yang dijalankan  oleh seluruh guru dan siswa tanpa kecuali, ternyata juga masih dirasa sulit. Akan tetapi,  penulis tetap mencoba untuk meningkatkan disiplin sekolah dengan pendidikan yang bernuansa Islam.
1.2  Permasalahan

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan  permasalahanya :
“Bagaimana meningkatkan disiplin sekolah dengan pendidikan bernuansa Islam?”

1.3  Strategi Pemecahan Masalah

1.3.1       Deskripsi Strategi Pemecahan Masalah

Strategi yang digunakan untuk menjawab permasalahan di atas, adalah:

1.3.1.1  Mempelajari kelemahan dan kelebihan sekolah
1.3.1.2  Melakukan orentasi dan diskusi
1.3.1.3  Mensosialisasikan program tata tertib sekolah
1.3.1.4  Mendidik dengan keteladanan
1.3.1.5  Pendekatan yang tepat
1.3.1.6  Membiasakan tadarus dan sholat berjama’ah.
1.3.2       Tahapan Operasional Pelaksanaan

Tahapan operasional pelaksanaan dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1.3.2.1      Pada tahap ini penulis mempelajari kelemahan dan kelebihan yang dimiliki sekolah melalui pengamatan langsung dan observasi.
1.3.2.2      Orentasi dan diskusi dilakukan penulis dengan warga sekolah (guru, TU, siswa, Satpam dll) untuk memperoleh gambaran tentang kondisi dan situasi serta kelebihan dan kelemahaman.
1.3.2.3      Sosialisasi tata tertib dilakukan agar warga sekolah memahami secara mendalam tata tertib yang ada di sekolah.
1.3.2.4      Mendidik dengan keteladanan, mendidik tidak sekadar mengajar. Mendidik tidak semata-mata mentransfer pengetahuan. Dengan hakikat pendidikan yang seperti ini, tidaklah cukup pendidikan hanya dilakukan dengan berkata-kata atau berceramah. Perlu ada keteladanan. Rasulullah saw adalah panutan kita dalam hal ini. Allah SWT sendiri telah berfirman, “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suritauladan yang baik bagimu.” Dan Rasulullah saw terbukti telah berhasil mendidik para sahabat beliau menjadi pribadi-pribadi unggul dan terbaik melalui keteladanan beliau.
1.3.2.5      Al-Qur’an, mengajarkan pendidikan dilakukan dengn pendekatan yang seimbang. Tidak terlalu keras namun juga tidak terlalu liberal. Al-Qur’an mengajarkan bahwa tidak selamanya kita haram berkata “jangan” kepada anak. Menurut Al-Qur’an, dalam perkara-perkara yang prinsip jangan ragu- ragu untuk berkata “jangan” kepada anak. Silaturahmi perlu dibina untuk tetap menguatkan ukuwah Islamiyah, serta menyatukan visi dan misi sekolah, dengan cara membiasakan mengucapkan salam dan berjabat tangan.
1.3.2.6      Membiasakan tadarus dan sholat berjama’ah merupakan upaya untuk mendalami Al Qur’an.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Alasan Memilih Strategi Pemecahan Masalah

Penulis memilih untuk mewujudkan sekolah yang disiplin, melalui pola pendidikan yang bernuansa Islam di SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung, karena strategi yang dimaksud belum diterapkan dan menjadi sesuatu yang sangat urgensi untuk meningkatkan mencapai tujuan pendidikan dan visi dan misi sekolah.

2.2  Hasil atau Dampak dari Strategi yang dipilih
Berkenaan dengan disiplin Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam   Al-Qur’an surat An-Nisa ( 4 : 59 ):
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุงْ ุฃَุทِูŠุนُูˆุงْ ุงู„ู„ّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุงْ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ุงู„ุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ
“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu”.

Sementara tujuan disiplin di sekolah adalah : (1) memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang, (2) mendorong siswa melakukan yang baik dan benar, (3) membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, dan (4) siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya.


Dari pengertian tersebut,  kedisiplinan siswa dapat  dilihat  dari ketaatan (kepatuhan) siswa terhadap aturan (tata tertib) yang berkaitan dengan jam belajar di sekolah, yang meliputi jam masuk sekolah dan keluar sekolah, kepatuhan siswa dalam berpakaian, kepatuhan siswa  dalam mengikuti kegiatan sekolah, dan lain sebagainya. Semua aktifitas siswa yang dilihat  kepatuhannya adalah berkaitan dengan aktifitas pendidikan di sekolah, yang juga dikaitkan dengan kehidupan di lingkungan luar sekolah.
Dalam rangka menumbuhkan kedisiplinan, SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung menggunakan pola pendidikan bernuasa Islam dengan langkah sebagai berikut:

a.      Mendidik dengan Keteladanan
Mendidik tidak sekadar mengajar. Mendidik tidak semata-mata mentransfer pengetahuan. Lebih dari itu, mendidik adalah menanamkan nilai-nilai, sikap, dan perilaku. Dengan hakikat pendidikan yang seperti ini, tidaklah cukup pendidikan hanya dilakukan dengan berkata-kata atau berceramah. Perlu ada keteladanan. Rasulullah saw adalah panutan kita dalam hal ini. Allah SWT sendiri telah berfirman, “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suritauladan yang baik bagimu.” Dan Rasulullah saw terbukti telah berhasil mendidik para sahabat beliau menjadi pribadi-pribadi unggul dan terbaik melalui keteladanan beliau. Rasulullah saw tidak hanya berkata-kata dan berceramah, tetapi langsung memberikan keteladanan. Rasulullah saw tidak hanya membacakan Al-Qur’an dan mengajarkan makna dan kandungannya, tetapi juga “Al-Qur’an yang berjalan” yang disebut oleh Aisyah ra sebagai: “Akhlaq beliau adalah  Al-Qur’an.” Ini penting dipahami oleh setiap orang tua dan pendidik. Jangan sampai kita mengatakan dan mengajarkan sesuatu tetapi dalam keseharian justru bersikap dan berperilaku yang sebaliknya. Ingatlah bahwa lisanul hal afshahu min lisanil maqal “bahasa tindak-tanduk dan perbuatan lebih fasih daripada bahasa kata-kata”. Apalagi anak-anak punya kecenderungan tinggi untuk mencontoh. Pepatah bilang: “Guru kencing berdiri, anak kencing berlari.” Dalam rangka ini Kepala Sekolah dan Dewan Guru berupaya memberikan tauladan kepada siswa untuk selalu disiplin dalam segalah hal.
b.     Pendekatan yang Tepat
Apakah sebaiknya kita mendidik anak kita dengan cara-cara liberal ala Amerika ataukah dengan cara yang keras dan disiplin ala Cina? Buku-buku Amerika barangkali sering mengajarkan agar kita jangan sekali-kali memarahi anak dengan alasan akan mematikan daya kreativitas dan inisiatifnya. Hubungan anak dengan orang tua hendaknya sedemokratis mungkin. Sebaliknya pendekatan ala Cina sering digambarkan sebagai pendidikan yang keras dan penuh disiplin. Orang tua berada pada posisi yang superior terhadap anak. Orang-orang Cina percaya bahwa anak mereka akan kuat dengan tekanan seperti itu, sampai anak itu benar-benar berhasil. Kalau kita memperhatikan Al-Qur’an, kita akan melihat bahwa Islam memiliki pendekatan yang seimbang. Tidak terlalu keras namun juga tidak terlalu liberal. Al-Qur’an mengajarkan bahwa tidak selamanya kita haram berkata “jangan” kepada anak. Menurut Al-Qur’an, dalam perkara-perkara yang prinsip orang tua jangan ragu-ragu untuk berkata “jangan” kepada anak. Sebagai contoh, Al-Qur’an menceritakan kisah Luqman yang berkata kepada anaknya, “Wahai anakku sayang, janganlah engkau menyekutukan Allah.” Meskipun berkata “jangan” namun orang tua menyampaikannya dengan penuh kasih sayang. Ini bisa kita lihat dari cara orang tua memanggil anaknya: “Ya bunnayya (Wahai anakku sayang).” Rasulullah saw pun mengajarkan agar kita tidak segan-segan memukul anak kita pada usia sepuluh tahun jika ia meninggalkan sholat. “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka pada usia sepuluh tahun bila tidak mengerjakan shalat, serta pisahkanlah mereka di tempat tidurnya.” (HR. Abu Dawud dengan sanad hasan) Tentu saja yang dimaksudkan oleh beliau adalah pukulan mendidik, pukulan kasih sayang, dan pukulan yang tidak menyebabkan luka apalagi mencederai.
SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung, memberikan hukuman kepada guru dan siswa yang melakukan pelanggaran dengan hukuman-hukuman yang adil sesuai dengan tingkat kesalahan. Hukuman ini dimaksudkan untuk membuat sipelanggar agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga sekolah
Upaya yang dilakukan dalam rangka pembentukan kedisiplinan melakukan kegiatan yang menjadi kebiasaan SMA Al Azhar 3 yang bernuansa Islam adalah:
a.      Kepala Sekolah dan guru hendaknya bisa menjadi contoh dalam berdisiplin, misalnya datang tepat waktu. Siswa tidak akan memiliki disiplin manakala melihat gurunya sendiri juga tidak disiplin.
b.     Memberlakukan peraturan tata tertib yang jelas dan tegas, sehingga mudah untuk diikuti dan mampu menciptakan suasana kondusif untuk belajar
c.      Membiasakan mengucapkan salam dan berjabat tangan saat masuk kelingkungan sekolah
d.     Membaca Al Qur’an (tadarus) sebelum dimulainya jam pembelajaran
e.      Sholat berjama’ah (sholat Dhuha dan Dhuhur).
f.      Secara konsisten para guru terus mensosialisasikan kepada siswa tentang pentingnya disiplin dalam belajar untuk dapat mencapai hasil optimal, melalui pembinaan dan yang lebih penting lagi melalui keteladanan.

Berdasarkan kondisi real dan pengamatan penulis di lapangan dari beberapa strategi yang dipilih, berdampak sebagai berikut:
2.2.1       Adanya peningkatan kedisiplinan kehadiran guru dalam mengemban tugas sebagai tenaga edukatif. Hal tersebut dibuktikan dengan tingkat kehadiran guru rata-rata 99% pada tahun pembelajaran 2011/2012, sedangkan pada tahun sebelumnya hanya 98,07%.
2.2.2       Terbiasanya membaca Al Qur’an (tadarus) sebelum pembelajaran dimulai, hal ini bisa dibuktikan guru selalu mendampingi siswa saat tadarus.
2.2.3       Terbiasanya siswa, guru dan warga sekolah untuk mengucapkan salam dan berjabat tangan saat bertemu baik saat datang ke sekolah atau di mana saja.
2.2.4       Sholat berjama’ah menjadi sebuah kebiasaan yang rutin dilakukan oleh warga sekolah setiap harinya baik sholat Dhuha, Dhuhur maupun sholat lainnya.

2.3  Kendala-kendala yang dihadapi dalam Melaksanakan Strategi

Kendala yang dihadapi saat menerapkan strategi yang penulis pilih antara lain:
2.3.1       Masih terdapat beberapa orang guru yang terlambat karena tempat mengajar yang agak jauh dari rumah, dan sebagian besar (90%) adalah perempuan.
2.3.2       Sebagian siswa yang bertempat tinggal di luar Bandar Lampung.
2.3.3       Sebagian guru (50%) mengajar sekolah lain, sehingga terkadang mengganggu optimalisasi kinerja.
2.3.4       Siswa yang masuk ke SMA Al Azhar 3 tergolong siswa yang sedang dari segi kecerdasan (kognitif) walaupun latar belakang ekonomi keluarga cukup tinggi.
2.3.5       Sebagian besar (80%) siswa yang masuk ke SMA Al Azhar 3 berasal dari sekolah umum (SMP), dan MTs (20%), sehingga memerlukan pembinaan yang intensif dalam hal kegiatan keagamaan

2.4  Faktor-faktor Pendukung
Faktor pendukung untuk melaksanakan strategi ini agar terwujud sekolah yang disiplin, melalui pola pendidikan yang bernuansa Islami adalah:
2.4.1       Guru SMA Al Azhar 3 berjumlah 60 orang  sebagian besar  berpendidikan Strata 1 (S1), dan dua orang guru berpendidikan Strata 2 (S2).
2.4.2       Lokasi SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung berdekatan dengan Masjid Baitul Nur, yang memungkinkan untuk melakukan sholat berjama’ah, baik sholah Dhuha, Dhuhur maupun kegiatan Islami alinnya.
2.4.3       Tenaga Administrasi yang ada adalah tenaga-tenaga muda yang kreatif, berdedikasi tinggi, bermotivasi kerja tinggi dan umumnya berpendidikan S1, D3 dan SMA.
2.4.4       SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung telah memiliki gedung sendiri berlantai 4 yang terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu ruang kelas berjumlah 22 kelas, ruang perpustakaan, kantor, Mushola, Lab IPA, Aula, dan ruang OSIS.
2.4.5       SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung memiliki Lab Bahasa yang dilengkapi piranti komputer LCD.
2.4.6       SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung juga memiliki Lab Komputer yang lengkap.
2.4.7       Semua ruang belajar dilengkapi dengan LCD proyektor yang memungkinkan guru menyajikan materi pembelajaran dengan efektif, efisien dan menyenangkan.
2.4.8       Semua ruang dilengkapi dengan sound yang memungkinkan informasi mudah disampaikan.
2.4.9       SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung juga memiliki fasilitas olah raga, seperti lapangan basket, lapangan voly, multi Media, dan sebagainya.
2.4.10    Proses kegiatan belajar mengajar menggunakan kurikulum KTSP       SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung.
2.4.11    Untuk mengakses informsi global SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung telah meluluskan menyediakan sarana free hotspot.

2.5  Alternatif Pengembangan
Strategi yang diterapkan di SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung perlu dikembangan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
2.5.1       Memberdayakan semua personil untuk turut serta bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah dengan cara melakukan berbagai upaya rencana yang telah disusun.
2.5.2       Mendata semua faktor-faktor penghambat dan pendukung kemudian memberikan alternatif solusinya.
2.5.3       Selalu bekerja sama untuk mengatasi semua tantangan yang muncul.
2.5.4       Memberikan hak dan kewajiban bagi semua personel sesuai dengan peran dan fungsinya.
2.5.5       Melakukan kajian terhadap rencana yang telah disusun dan upaya mengimplementasikannya secara bersama-sama dan berkelanjutan.
2.5.6       Menyediakan lapangan parkir bagi siswa dan guru.


BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan kajian lapangan dapat disimpulkan bahwa:
3.1.1       Upaya mewujudkan sekolah yang disiplin, melalui pola pendidikan yang bernuansa Islami dapat ditempuh dengan strategi berikut:
1)          Mempelajari kelemahan dan kelebihan sekolah
2)          Melakukan orentasi dan diskusi
3)          Mesosialisasikan program tata tertib sekolah
4)          Mendidik dengan Keteladanan
5)          Pendekatan yang Tepat
6)          Membiasakan tadarus dan sholat berjama’ah.
3.1.2       Penerapan keenam (6)  strategi di atas berimplikasi terhadap
1)      peningkatan kedisiplinan kehadiran guru
2)      Siswa dan guru terbiasanya membaca Al Qur’an (tadarus) sebelum pembelajaran dimulai.
3)     Salam dan berjabat tangan saat bertemu menjadi budaya sekolah yang dilakukan setiam hari.
4)     Sholat Dhuhur berjama’ah menjadi sebuah kebiasaan yang rutin dilakukan oleh warga sekolah.
3.1.3       Pola pendidikan yang bernuansa Islami memberikan pengaruh yang signifikan terhadap disiplin sekolah. Hal ini berarti jika ingin meningkatkan kedisiplinan sekolah maka harus diupayakan pola-pola pendidikan yang islami. Semakin baik penerapan pola pendidikan Islami maka akan semakin disiplin sekolah.
3.2     Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian ini, yang menunjukan adanya pengaruh pola pendidikan yang Islami terhadap disiplin sekolah, maka peneliti mengemukakan beberapa rekomendasi, antara lain:
a.        Yayasan Al Azhar Lampung dapat mensuport dan memberi dukungan serta apresiasi terhadap guru-guru SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung.
b.       Kepala Sekolah lebih memprioritaskan kepada peningkatan disiplin warga sekolah, dengan mencari pola-pola baru kegiatan-kegiatan yang bersifat Islami.
c.        Guru dapat lebih meningkatkan disiplin dengan selalu memberi keteladanan dan sosialisast program tata tertib sekolah.

DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Bina Aksara
Arikunto Suharsini, dkk, 2006. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara
Depdiknas, 2006, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Jakarta
Sekdiknas. 2003. UU RI.No 20 Th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta
Departemen Agama, Al-qur’an Terjamah
Yayasan Al-Azhar Lampung, STATUTA YAYASAN 2007
SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung, Data Guru/Karyawan/Siswa/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar